Communio dan Persekutuan Para Kudus: Identitas Gereja yang Hidup”
Gereja sebagai Communio yang ditegaskan kembali dalam Konsili Vatikan II dan sinode luar biasa para uskup tahun 1985, di mana communio dipahami sebagai persekutuan dengan Allah melalui Kristus dalam sakramen, sekaligus sebagai relasi dinamis antarumat beriman yang dijiwai oleh Roh Kudus. Roh Kudus sendiri menjadi dasar yang menyatukan keberagaman umat, membimbing Gereja untuk tidak hanya dilihat dari sisi organisasional atau sosiologis, tetapi terutama sebagai misteri ilahi yang menghadirkan kasih Allah dalam dunia. Materi ini juga menekankan bahwa communio mencakup hubungan Gereja dengan Gereja universal, Gereja-gereja lokal, komunitas non-Katolik, bahkan dengan seluruh umat manusia, sehingga Gereja dipanggil untuk tidak menutup diri melainkan terbuka dalam dialog dan kerjasama. Lebih lanjut, dibahas pula Gereja sebagai Persekutuan Para Kudus ( communio sanctorum ), yang berarti kesatuan umat beriman dengan Kristus, baik yang masih berziarah di dunia, mereka yang sedang dimurnikan...