Maria Sebagai Typos Gereja
Maria adalah orang pertama yang ditebus oleh kristus, dicegah dari dosa asal. Maria tetap manusia biasa yang membutuhkan keselamatan, tetapi keselamatan itu diberikan secara istimewa oleh Allah melalui Yesus Kristus sejak awal hidupnya. Maria bukan sumber keselamatan, melainkan buah paling unggul dari penebusan Kristus. Ia adalah tanda bahwa rahmat Allah sungguh bekerja secara sempurna dalam diri manusia. Ia disebut sebagai Bunda Maria yang dipandang sebagai typos gereja, gambar asli gereja (Model gereja). Jelang konsili vatikan II yaitu pada tahun 1854 sampai 1950 devosi kepada bunda Maria tumbuh subur. Gambaran perkembangan jelang konsili vatikan II : Studi kitab suci atas Maria berhasil mengartikulasikan dimensi-dimensi yang terabaikan dalam gambaran tetang maria. patristik teolog seperti H. Rahner, O. Semmelroth dan H. De Lubac. Liturgi, ada gerekan yang menghargai liturgi sebagai ibadat gereja seperti doa syukur agung, syahadat para rasul. Ekumene, ada kepekaan ekumene dalam refleksi teologi atas maria. Mariologi dalam transformasi.
Perspektif Mariologi
- Maria berada dipihak mmanusia sebagai manusia, ia diselamatkan dan menerima penyelamatan dari Allah melalui Yesus Kristus dan ia hasil paling unggul dari penebusan itu.
- Dalam Konsili Vatikan II, pembicaraan tentang Maria menjadi Bab VIII dari Lumen Gentium.
- Perspektif kristologis antara 1900-1962 terlalu pelit untuk membicarakan tentang maria karena itu mariologi dianggap minimalistis dan mereka yang menggunakannya disebut kaum minimalis.
Tema Mariologi
- Maria rekan penerus
- Maria pengantara segala rahmat
- Masalah peranan aktual Maria dalam penebusan subjektif atau aplikasi dari buah penebusan objektif bagi manusia
Komentar
Posting Komentar