Kematian, Belas Kasih Allah, dan Ziarah Hidup Manusia
Kematian, menurut Karl Rahner, tidak dapat dipahami hanya sebagai peristiwa biologis atau psikologis, sebab hakikat manusia jauh melampaui dimensi fisik semata. Manusia adalah makhluk yang memiliki kebebasan dan kapasitas spiritual, sehingga kematian harus dipandang sebagai pengalaman eksistensial yang membawa manusia berjumpa dengan inti dirinya. Rahner menekankan bahwa kematian sebenarnya merupakan pengalaman keseharian; manusia setiap hari mengalami bentuk-bentuk kecil dari kematian—seperti kehilangan, perubahan, keterbatasan, dan pengorbanan—yang menyadarkan bahwa hidup bersifat rapuh dan sementara. Karena semua manusia mengalaminya, kematian menjadi pengalaman universal yang tidak dapat dihindari dan menjadi bagian dari dinamika transendental manusia menuju Allah. Dalam terang iman Kristiani, kematian justru menjadi tempat di mana belas kasih Allah tampil paling nyata. Tidak ada sesuatu pun, bahkan kematian, yang dapat memisahkan manusia dari kasih Allah. Allah memperlihatka...